Selasa, 07 Februari 2017

VIRUS dan Jenisnya

Virus merupakan suatu program komputer yang memiliki kemampuan untuk merusak file atau merusak sistem komputer.
Virus memiliki berbagai jenis dan mempunyai cara kerja yang berbeda-beda,
Berikut Jenis-jenis virus dan cara kerja masing-masing virus :

1. Virus File
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi aplikasi atau dokumen yang ada dalam komputer anda.
Saat aplikasi yang terinfeksi tersebut dijalankan, maka virus ini akan menyebar dengan cara menginfeksi semua file atau dokumen yang diakses oleh aplikasi tersebut.
2. Virus Boot Sector
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi boot sector harddisk (boot sector merupakan sebuah daerah dalam hardisk yang pertama kali diakses saat komputer dihidupkan).
Jika virus boot sector ini aktif, pengguna tidak akan bisa membooting komputernya secara normal.
3. Virus E-mail
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menyebar melalui e-mail (biasanya dalam bentuk file lampiran/attachment).
Virus memiliki ciri khusus berupa ekstensi .scr, .exe, .pif, atau .bat.
Apabila Virus ini aktif, maka dia akan mengirimkan dirinya sendiri ke berbagai alamat e-mail yang terdapat dalam buku alamat pengguna.
4. Virus Multipartite
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi file-file komputer sekaligus boot sector pada harddisk.
Virus jenis ini akan menimbulkan banyak masalah karena menyebabkan kerusakan yang fatal.
5. Virus Polimorfis
Virus ini mempunyai cara kerja yang unik yaitu virus ini dapat mengubah kode dirinya (berganti wujud) saat menyebarkan diri ke komputer lain
Virus jenis lebih sulit dideteksi karena mempunyai sifat seperti itu..
6. Virus Siluman (stealth virus)
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu dia mampu Menyembunyikan dirinya dengan cara membuat sebuah file yang terinfeksi seolah-olah file tersebut tidak terinfeksi.
7. Virus Makro
Virus ini mempunyai cara kerja yaitu menginfeksi Aplikasi Microsoft Office, seperti Word dan Excel.
Biasanya Dokumen yang terinfeksi oleh Virus Makro akan memodifikasi perintah yang ada di Microsoft Office seperti perintah “Save” untuk menyebarkan dirinya saat perintah tersebut dijalankan.

Apa itu VPN ??

VPN (Virtual Private Networks)

- Virtual Private Network (VPN) adalah sebuah jaringan
komputer dimana koneksi antar nodenya memanfaatkan
jaringan public (Internet / WAN) karena mungkin dalam
kondisi atau kasus tertentu tidak memungkinkan untuk
membangun infrastruktur jaringan sendiri.
- Interkoneksi antar node seperti memiliki jaringan yang
independen yang sebenarnya dibuatkan koneksi atau jalur
khusus melewati jaringan public.
- Pada implementasinya biasanya digunakan untuk membuat
komunikasi yang bersifat secure melalui jaringan Internet,
tetapi VPN tidak harus menggunakan standard keamanan
yang baku seperti Autentikasi dan enkripsi.
- Salah satu contohnya adalah Penggunaan VPN untuk akses
network dengan tingkat security yang tinggi di system
reservasi ticket.


HotSpot



Hotspot
Hotspot adalah suatu istilah bagi sebuah area dimana orang atau user bisa mengakses jaringan internet, asalkan menggunakan PC, laptop atau perangkat lainnya dengan fitur yang ada WiFi (Wireless Fidelity) sehingga dapat mengakses internet tanpa media kabel.
- Hotspot System digunakan untuk memberikan
layanan akses jaringan (Internet/Intranet) di Public
Area dengan media kabel maupun wireless.
- Hotspot menggunakan Autentikasi untuk menjaga
Jaringan tetap dapat dijaga walaupun bersifat
public.
- Proses Autentikasi menggunakan protocol HTTP/
HTTPS yang bisa dilakukan oleh semua webbrowser.
- Hotspot System ini merupakan gabungan atau
kombinasi dari beberapa fungsi dan fitur
RouterOS menjadi sebuah system yang sering
disebut 'Plug-n-Play' Access.

HotSpot features
- Autentikasi User
- Perhitungan
Waktu akses
Data dikirim atau diterima
- Limitasi Data
Berdasarkan data rate (kecepatan akses)
Berdasarkan jumlah data
- Limitasi Akses User berdasarkan waktu
- Support RADIUS
- Bypass!


HotSpot setup wizard
- RouterOS sudah menyediakan Wizard untuk
melakukan setup Hotspot System.
- Wizard ini berupa menu interaktif yang terdiri dari
beberapa pertanyaan mengenai parameter setting
hotspot.
- Wizard bisa dipanggil atau dieksekusi
menggunakan peritah “/ip hotspot setup”
- Jika anda mengalami kegagalan dalam konfigurasi
hotspot direkomendasikan reset kembali router dan
konfigurasi ulang dari awal

HotSpot Server profiles
- Hotspot Server Profile digunakan untuk
menyimpan konfigurasi-konfigurasi umum
dari beberapa hotspot server.
- Profile ini digunakan untuk grouping
beberapa hotspot server dalam satu router.
- Pada server profile terdapat konfigurasi yang
berpengaruh pada user hotspot
Hotspot Authentication Methods
- HTTP-PAP - metode autentikasi yang paling sederhana,
yaitu menampilkan halaman login dan mengirimkan info
login berupa plain text.
- HTTP-CHAP - metode standard yang mengintegrasikan
proses CHAP pada proses login.
- HTTPS – menggunakan Enkripsi Protocol SSL untuk
Autentikasi.
- HTTP Cookie - setelah user berhasil login data cookie akan
dikirimkan ke web-browser dan juga disimpan oleh router di
'Active HTTP cookie list' yang akan digunakan untuk
autentikasi login selanjutnya.
- MAC Address - metode ini akan mengautentikasi user mulai
dari user tersebut muncul di 'host-list', dan menggunakan
MAC address dari client sebagai username dan password.
- Trial - User tidak memerlukan autentikasi pada periode
waktu yang sudah ditentukan.
HotSpot User Profiles
- Hotspot User Profile digunakan untuk menyimpan
konfigurasi-konfigurasi umum dari User-user
hotspot. Profile ini digunakan untuk grouping
beberapa User.
- Pada User Profile, mampu melakukan assign poolip tertentu ke group user.
- Parameter Time-out juga bisa diaktifkan untuk
mencegah monopoli oleh salah satu user.
- Limitasi juga bisa ditentukan di UserProfile
Data Rate (Kecepatan Akses)
Session Time (Sesi Akses)

WIRELES



Wireless
  Merupakan jaringan tanpa kabel yang menggunakan udara sebagai media transmisinya untuk menghantarkan gelombang elektromagnetik.

Wireless Menu
Wireless Menu:
 Interface – Daftar Interface wireless yang terpasang
Access-List – Security Mac-address Client (AP Mode)
 Registration – Daftar Wireless yang terkoneksi
Connect-List – Security Mac-address AP (Station Mode)
 Security-Profile – Konfigurasi Wireless Security (WPA/WEP)

Wireless Mode
- alignment-only – Digunakan untuk melakukan pointing
dengan bantuan “Beeper” pada Routerboard.
- ap-bridge – Mode wireless sebagai Access Point untuk
topologi Point-to-Multipoint.
- bridge – Mode wireless sebagai Access Point untuk
topologi Point-to-Point (hanya bisa menerima sat
client).
- nstreme-dual-slave – Mode wireless untuk
mengaktifkan topologi Nstreme-dual (Wireless Full
Duplex)
- station – Mode Wireless sebagai Client untuk topologi
Point-to-Point dan juga Point-to-Multipoint
station-wds – Mode wireless sebagai client tetapi
mengaktifkan protocol WDS (Digunakan untuk wireless WDS
client)
- wds-slave – Mode wireless sebagai Access Point dan juga
mengaktifkan protocol WDS (Digunakan untuk wireless WDS
repeater)
- station-pseudobridge – Mode wireless sebagai client yang
bisa mengaktifkan bridge pada “station” tanpa harus
menggunakan protocol WDS
- station-pseudobridge-clone – Mode wireless sama seperti
station-pseudobridge yang dilengkapi dengan fungsi cloning
mac-address dari interface Ethernet

Wireless Access Management


5/8/12
- Access List – adalah filter autentikasi sebuah AP (AP side)
terhadap client yang terkoneksi.
- Connect List – adalah filter autentikasi sebuah wireless station
(client side) terhadap AP mana yang ingin terkoneksi.

Sabtu, 04 Februari 2017

Tabel Subnet

Tabel Subnet 

Subnet Mask Yang Bisa Digunakan Untuk Kelas A

Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
 
Subnet Mask Yang Bisa Digunakan Untuk Kelas B
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
 
Subnet Mask Yang Bisa Digunakan Untuk Kelas C
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

MAC Address (IP Address)

> MAC = Media Access Control
- Digunakan sebagai identitas yang unik dari setiap
interface hardware, yang merupakan identitas untuk
berkomunikasi di OSI layer 2. 

- Sebagian bit merupakan identitas pabrik pembuat
hardware 

- 48 bit hex. Contoh: “AA:BB:CC:DD:EE:FF” 
- Jika sebuah router memiliki 3 interface fisik, maka
akan memiliki 3 buah mac address 

- Untuk virtual interface (VLAN, EoIP) maka
ditambahkan mac address virtual.


IP Address  Adalah sistem pengalamatan setiap host yang
terhubung ke jaringan 

Saat ini IP Address yang banyak digunakan adalah
IP versi 4. (32 bits / 4 bytes) - 4,294,967,296 hosts


> Pengelompokan IP Address 
- Pengelompokan IP Address dilakukan dengan
subnet-ing. 

- Subnet ….. 0 – 32 
- Melambangkan jumlah IP dalam subnet tersebu
dengan rumus 2(32-x) 

- Subnet 0 berarti semua IP Address 
- Subnet 32 berarti 1 IP Address 







 
 

My Blog © 2008. Design By: SkinCorner